Google Inc. telah memperluar layanan "free music download" ke Cina untuk memasukkan lagu-lagu dari artis yang masuk ke 4 label rekaman terbesar di Amerika Serikat, dan juga dalam rangka untuk mengambil hati para pengguna Baidu, domain pencari lagu Cina. Google meluncurkan layanan tersebut tahun lalu hanya untuk di Cina saja untuk menyaingi Baidu yang sudah "over traffic".
Pencarian music di Google Cina Senin lalu mengungkapkan bahwa download secara gratis semua lagu-lagu yang hak ciptanya dipegang oleh Sony BMG Music Entertainment, Warner Music Group, Universal Music Group dan EMI.
Ekspansi Google ini akan meningkatkan traffic secara signifikan di negara yang pembajakan merupakan sesuatu yang lazim ini. Baidu lebih banyak menarik minat para pengguna daripada google karena memiliki koleksi lagu yang lebih banyak namun tidak berlisensi alias bajakan. Google Music Search memberi link para pengguna ke situs partner google, Top100.cn untuk memberi layanan download yang legal. Penghasilan dari layanan download music gratis legal ini diperoleh dari pendapatan dari iklan dan sponsor yang nantinya dibagi dua antara perusahaan penyedia layanan dan perusahaan label rekaman.
Penggunaan perjanjian tertulis dengan perusahaan rekaman ini dalam pendistribusian musik memberi peluang buat perusahaan rekaman Internasional untuk menjajaki model bisnis baru di Cina; ini yang dikatakan oleh David Wolf, CEO dari Wolf Group Asia perusahaan konsultan media yang bermarkas di Beijing. "Layanan pencarian musik google ini merupakan bagian dari strategi Google untuk melawan popularitas Baidu dengan layanan yang sama, dan setelah itu memberi layanan online yang tidak bisa dilayani oleh Baidu", lanjut David Wolf.
Wolf menambahkan bahwa penambahan layanan ini bisa saja tidak sejalan dengan perkembangan popularitas netbooks bagi "users" di Cina dalam mempercepat "Google User base" di negara ini. Mereka mengharapkan suatu layanan yang bukan hanya portal tapi semacam layanan "all-purpose" bagi pengguna online.
Angka pengguna Google di Cina sebagai "default search" mereka sebanyak 16,6% tahun lalu, sedikit lebih banyak dari tahun sebelumnya. Namun tetap kalah jauh dari pengguna Baidu yang mencapai 76,9% yang berdasarkan data Pusat Layanan Domain Negara.
Rabu, 01 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar