Microsoft Corp. tanggal 1 April 2009 mengumumkan release dari anggota keluarga ke-10 dari Windows Server 2008 yang akan menyasar perusahaan-perusahaan yang memiliki karyawan kurang dari 15 orang. Windows Server 2008 Foundation menargetkan pasar untuk perusahaan yang tidak memiliki staff IT tetap, tetapi berkeinginan untuk tetap bisa melakukan penyimpanan dan sharing file, sharing printer, host software, serta memiliki internet gateway.
Release tersebut akan diinstall pada server low-end sebagai pre-installed yang harganya sudah sangat murah untuk kisaran saat ini dikarenakan turunnya harga hardware. Hawlett-Packard Co. berencana untuk merelease sebuah server dengan pre-installed yang harganya dibawah US$ 1,000.. Itu yang dikatakan oleh Julius Sinkevicius, Direktur dari Product Management dari Windows Server Microsoft Corp.
Microsoft telah menjual produk Small Business Server selama setahun belakangan. Versi Windows Server 2008 yang terbaru bisa menangani sampai 75 client. CEO Microsoft, Steve Ballmer berargumen bahwa ada kebutuhan lower-end yang harus ditawarkan oleh perusahaan pembuat software. "Jika seseorang mampu membeli hardware seharga US$500, dia akan sedikit enggan untuk mengeluarkan tambahan US$500 untuk operating system server yang baru dibelinya", kata Ballmer kepada para analis bulan Februari lalu.
Foundations Server akan bersaing dengan server yang jalan di operating system Linux yang gratis. salah satunya adalah milik IBM dengan Lotus Foundationnya sebagai penyedia tools untuk aplikasi server. IBM pertama kali mengumumkan produk "for-fee" dari Lotus Foundations pada bulan Januari 2008, yang juga menyasar small-business. Seperti Foundations server, produk ini juga akan dijual dengan bantuan para reseller dan system integrator.
Perbedaannya adalah Lotus Foundations memproduksi server dengan aplikasi "all-in-one", yaitu adanya beberapa feature dan aplikasi yang sudah terinstall sebagai tambahan pada operating system Linux. Mereka juga menyertakan Lotus Notes untuk aplikasi e-mail yang digabungkan dengan software Simphony productivity. Sedangkan Foundations Server dijual terpisah tanpa aplikasi apapun sebagai bundle-nya.
Pada sebuah blog, Bilal Jaffery Marketing Manager IBM Lotus Foundations mengomentari produk baru saingannya dari Microsoft. "Sebuah strategi untuk mengembangkan produk murah berjangka waktu pendek ini tidak menawarkan sesuatu yang baru ke pasar...Sebagai hasilnya partner-partner bisnis saya lebih memilih produk kami sehingga memberi kredibilitas lebih untuk revolusi Linux".
Sinkevicius mengatakan bahwa Microsoft akan mempengaruhi rekanan-rekanannya untuk mendorong peluncuran Windows Server Foundations di lebih dari 40 negara. Dia juga mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan small-business tidak hanya membeli berdasarkan harga atau feature, tapi lebih pada line-of-business yang perlu mereka jalankan, yang mana tersedia lebih banyak di Windows daripada di Linux.
Produk Windows Small Business Server dipaket dengan produk-produk microsoft seperti Exchange Server untuk e-mail, Share Point untuk kolaborasi dan Forefront sebagai keamanan. Hal ini membuat harga SBS menjadi sekitar US$ 1,089 belum termasuk hardware, masih merupakan tawaran yang bagus. Namun SBS sudah termasuk 5 Client Access License (CAL) dan membutuhkan tambahan biaya US$ 77 untuk penambahan client yang ingin mengakses server dan untuk aplikasi bundle-nya. Jadi perusahaan dengan 15 karyawan yang ingin menggunakan SBS memerlukan biaya US$ 1,879, belum termasuk hardware.
CAL tidak diperlukan pada Foundations Server. Namun Microsoft telah menambahkan teknologi server-nya untuk mencegah jumlah client lebih dari 15 client. Windows Server Foundations mendukung sebagan besar aplikasi yang ada pada Windows Server Standard dan juga semua aplikasi yang dikhususkan untuk produk tersebut, ungkap Sinkevicius. Batasan buat Foundations adalah 1 unit CPU (untuk banyak processor juga), 8GB RAM, tanpa Hyper-V virtualization dan tentu saja pembatasan untuk 15 client.
Foundations Server juga hanya untuk versi 64-bit. Microsoft telah menyebutkan bahwa untuk kedepannya, semua produk Windows Server 2008 yang dimulai pada edisi R2 dan pada tahun 2010 semua produk hanya akan ada pada 64-bit. Karena Foundations server dijual sebagai pre-installed, pengguna tidak bisa melakukan install ulang pada hardware yang berbeda walau hardware sebelumnya terjadi crash dan mati total. Sinkevicius mengatakan produk Foundation Server ini mirip dengan versi pre-installed dari Vista dan XP yang telah terinstall pada PC atau laptop, tidak bisa melakukan install ulang di hardware lainnya.
Foundations Server menjadi anggota keluarga ke-10 dari keluarga Windows Server 2008. Versi yang lain mencakup dari HPC Server dan Data Center Edition untuk high-end, sampai low-end dengan SBS dan Essential Business Server. Sebelum kemunculan Foundations, EBS yang merupakan edisi terbaru diluncurkan agak terlambat pada musim gugur lalu. Microsoft menggembar-gemborkan EBS sepanjang tahun sebelum diluncurkan terlambat yang khusus ditujukan untuk bisnis midsize. Kemunculan Foundations Server sebelumnya ditutup-tutupi oleh pihak Microsoft dan hanya dibocorkan sekali saja oleh Ballmer pada Wall Street February lalu. Mungkin Microsoft belajar dari kesalahannya karena terlalu sesumbar pada release EBS.
Kamis, 02 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar