Internet Explorer dari Microsoft digunakan lebih sering dari orang pikirkan, menurut peneliti yang terungkap hari ini.
Menurut Devil Mountain Software, hampir 57% dari 23.000 PC pada perusahaan berbasis komunitas, Exo Performance network (XPnet) yang menjalankan paling sedikit 2 browser seperti IE dan Firefox dari Mozilla, Chrome dari Google, Opera atau Safari untuk Windows. Pencarian data terbaru mengungkapkan angka ssungguhnya dalam penggunaan beberapa browser pada perusahaan tersebut, ungkap Craig Barth, CTO dari Devil Mountain.
Lebih dari 32% PC yang dimonitor oleh Devil Mountain menggunakan browser IE dan Firefox. 18% menggunakan Chrome dan IE (karena menggunakan Windows maka IE dipakai juga karena merupakan browser bawaan) sedangkan 4% untuk Opera dan 3% menggunakan Safari pada Windows.
Barth berargumen bahwa sistem penghitungan sebelumnya sangat konvensional dimana hanya berdasarkan pada hasil perhitungan traffic oleh NetApplication.com, sebuah perusahaan di California yang menghitung traffic dari 40.000 website yang dimonitor untuk menentukan browser share. "Pada saat user (dalam suatu perusahaan) menginstall browser lain (selain IE), keberhasilan tidak 100% sehingga mereka "dipaksa" menggunakan IE untuk mengakses aplikasi dan situs internal perusahaan", ungkap Barth. "Jadi IT memaksa mereka menggunakan IE dalam operasional di kantor, namun jika mereka ingin mengakses internet dengan browser di luar kantor, mereka sebisa mungkin menghindari penggunaan IE dan lebih memilih Firefox atau Chrome", tambahnya lagi di suatu acara wawancara.
Sistem perhitungan internet metriks hanya mengukur penggunaan browser hanya pada bagian umum pada web, mereka tidak melihat penggunaan IE secara sebenarnya. Contohnya release yang diungkapkan NetApplication.com yang menyatakan penggunaa browser IE bulan lalu mangambil bagian 62% dari total browser share, dimana itu menurut 10% dari bulan yang sama tahun lalu. Namun XPnet mendapati bahwa 80% PC dari kalangan bisnis menggunakan browser dari Microsoft tersebut.
Pihak NetApplication setuju dengan pendapat Barth." Kami percaya bahwa menghitung jumlah penggunaan browser untuk mengakses web merupakan perhitungan yang lebih berguna ketimbang melihat jumlah browser yang terinstall pada dan perkiraan saya IE yang terinstall pada PC jumlahnya jauh lebih banyak dari yang sudah dilaporkan", ungkap Vince Vizzaccaro, Executive Vice President dari NetApplications.
"Perusahaan bagai suatu benteng kuat bagi Microsoft", ucap Barth. Dia juga menambahkan, "Microsoft tidak pernah berusaha secara agresif menarik minat user untuk menggunakan IE atau versi lama dari IE, karena mereka tidak perlu. Itu karena mereka yakin, IE masih merupakan browser yang dominan di kalangan enterprice".
Barth ada benarnya juga. Pada saat Microsoft sudah mempublikasi anjuran untuk user agar meng-upgrade IE6 mereka menjadi versi terbaru IE8, namun mereka tidak berusaha keras agar customer mau untuk meng-upgrade IE mereka. Dengan pengalaman 9 tahun lebih dari cukup dalam mengatasi "kerapuhan" sistemnya seperti yang terbaru adalah serangan cina terhadap Google. "Saat kami menawarkan upgrade ke IE8, kami sadar untuk beberapa perusahaan masih memerlukan beberapa penyesuaian pada sistem dan desktop mereka yang memerlukan perencanaan lebih lanjut untuk bisa mengikuti anjuran kami", ungkap juru bicara Microsoft awal minggu ini.
XPnet juga menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dalam penggunaan Google Chrome sebagai browser "pendamping" IE. Barth menambahkan,"Chrome akan menjadi hit". "Hampir 24% dari PC yang dimonitor menjalankan Chrome pada jam-jam kerja". "24% tersebut sudah termasuk 18% user yang menggunakan dua browser IE dan Chrome", uangkapnya lagi.
Pada kasus Chrome ini, XPnet dan NetApplication sependapat. Tercatat pengguna Chrome telah berlipat ganda sejak 6 bulan yang lalu. Barth juga menambahkan bahwa yang perlu dikhawatirkan adalah Firefox karena selama beberapa bulan tidak ada peningkatan dari pengguna browser buatan Mozilla ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar